CoretanKU   
Home » , , » IDENTIFIKASI MASALAH DAN HIPOTESIS

IDENTIFIKASI MASALAH DAN HIPOTESIS





Penelitian dilakukan utk menjawab pertanyaan yg blm dapat dijawab oleh seorang peneliti.
Untuk melihat dng jelas tujuan & sasaran penelitian, maka perlu dilakukan identifikasi masalah.
Masalah penelitian dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain dilihat dari sisi waktu, biaya, kemampuan si peneliti maupun kontribusi yang akan diberikan oleh penelitian tersebut bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Langkah awal memulai penelitian adalah merumuskan masalah yang akan diteliti. Tahap ini paling penting dlm penelitian, krn jalannya penelitian dituntun perumusan masalah yg merupakan sumber utama dari unsur penelitian yang akan dilaksanakan.
Setelah menetapkan berbagai aspek masalah yg dihadapi, peneliti mulai menyusun informasi mengenai masalah yang akan dijawab menjadi suatu perumusan masalah.
Untuk itu, diperlukan perumusan tujuan penelitian yang jelas, yang mencakup pernyataan tentang mengapa penelitian dilakukan, sasaran penelitian, dan dampak hasil penelitian.
Dengan identifikasi yg jelas peneliti akan mengetahui variabel yang akan diukur dan apakah ada alat-alat untuk mengukur variabel tersebut.
Memilih masalah untuk diteliti merupakan tahap yg penting dalam melakukan penelitian, karena pada hakikatnya seluruh proses penelitian yang dijalankan adalah utk menjawab pertanyaan yg sudah ditentukan sebelumnya.
Suatu masalah tidak harus menuntut/ menimbulkan suatu penelitian, akan tetapi penelitian dilakukan karena adanya masalah.
Penentuan permasalahan (identifikasi masalah) scr jelas & sederhana bertujuan utk mentransformasikan topik kedalam sesuatu yg bisa dikelola (manageable) dalam artian disesuaikan dengan kemampuan peneliti dan batasan-batasan sumber daya yang ada.
Tanpa adanya permasalahan, penelitian tidak akan dapat dilaksanakan karena perumusan masalah merupakan sumber utama dari unsur penelitian yang akan dilaksanakan.
Pencarian masalah yg akan dikaji dapat bersumber dari bacaan, pengamatan terhadap fakta dilapangan, berdasarkan pengalaman pribadi, maupun dari hasil pertemuan2 ilmiah spt: seminar, diskusi & lokakarya.
Permasalahan yang ingin dikaji sebaiknya diuraikan mulai dari permasalahan secara umum hingga akhirnya terbentuk suatu permasalahan yang lebih khusus dan spesifik.
Dalam pencarian topik permasalahan perlu adanya pemahaman terhadap objek yang ingin diteliti baik melalui fenomena-fenomena yang ada, teori, hipotesis maupun eksperimen.

Cara Merumuskan Masalah

Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan (research question) yg berfokus pada dependent variable atau pada apa yang akan diteliti.
Rumusan hendaknya jelas dan padat.
Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah.
Rumusan masalah dasari pembuatan Hipotesa.

Contoh Merumuskan Masalah


Permasalahan yang Baik Memiliki 3 Ciri Utama

Mempunyai Nilai Penelitian, dalam artian bahwa permasalahan tersebut masih bersifat asli/original, menyatakan suatau hubungan dengan bidang lain, serta dapat diuji kebenarannya).
Fisibel (Feasible), artinya permasalah tsb dapat dipecahkan, tersedianya data dan metode untuk memecahkan masalah, tersedianya biaya, dan dapat diselesaikan dalam waktu yang wajar.
Sesuai Dengan Kualifikasi Peneliti, artinya bahwa permasalahan yang diangkat menarik minat bagi si peneliti, serta sesuai dengan kualifikasi yang ada.
Pertimbangan Kelayakan Suatu Masalah

Apakah permasalahan tersebut nantinya akan dapat memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu pengetahuan atau tidak.
Perlu dipertimbangkan kelayakan dari segi waktu yang akan digunakan, biaya yang akan dikeluarkan, sarana dan prasarana pendukung penelitian serta kemampuan untuk menganalisanya.
Problem atau permasalahan yang dikemukakan sebagai masalah bisa juga dikemukakan sebagai Hipotesa.
Sumber Masalah Untuk Topik Permasalahan

Penelitian Observasi Dengarkan secara langsung keluhan2 yang ada di lapangan & adakan eksploratif sendiri secara singkat.
Diskusi-diskusi Termasuk di dalamnya diskusi resmi/ tidak resmi. Ikuti dengan seksama diskusi tsb dan kutip masalah2 yg timbul dalam diskusi tersebut.
Dosen-dosen atau Ahli Riset Pada umumnya dosen menguasai suatu bidang ilmu tertentu secara lebih baik daripada orang lain.
Bibliographi Sumber bibliografi yg dapat dijadikan sumber problem adalah journal, encyclopedia, review, skripsi/tesis, disertasi, buku-buku teks, majalah, buletin, research report dan lain sebagainya.
Langkah Langkah Perumusan Masalah

Masalah yg telah ditemukan & diidentifikasi, belum tentu menjadi suatu jaminan bahwa masalah yang ditemukan layak untuk diteliti.
Ada 2 pertimbangan yang harus diperhatikan dalam memilih masalah yg telah dirumuskan/ diidentifikasi, harus dilihat lagi apakah rumusan masalah tsb layak apabila dipandang dari segi objektif maupun dari nilai penelitiannya.
Identifikasi masalah bisa dilakukan dng berbagai cara, yaitu: dengan bacaan (buku, jurnal, tesis, dll), pengamatan dilapangan, berdasarkan pengalaman pribadi, seminar dan lokakarya, diskusi, dll.
Dlm permusan masalah, pertanyaan2 dirumuskan scr singkat & jelas guna pengumpulan data & pencarian metode, analisa data yg tepat utk pemecahan masalah.

4 Langkah Penting dalam Merumuskan Masalah

Langkah 1. Tentukan fokus penelitian.
Langkah 2. Cari berbagai kemungkinan dari berbagai faktor yang ada kaitannya dengan fokus penelitian tsb yg dalam hal ini dinamakan subfokus.
Langkah 3. Diantara faktor2 yang terkait lakukan pengkajian faktor mana yang paling menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan faktor apa saja yang akan dipilih.
Langkah 4. Kaitkan secara logis faktor2 subfokus yg dipilih dengan fokus penelitian.

Contoh perumusan masalah :
Permasalahan yg ingin dikaji diuraikan mulai dari permasalahan scr umum hinggaakhirnya terbentuk suatu permasalahan yg lebih khusus & spesifik.
Dalam pencarian topik permasalahan perlu adanya pemahaman terhadap objek yang ingin diteliti baik melaui fenomena2 yg ada, teori, hipotesis, eksperimen.
Pencarian sumber2 literatur yang akan mendukung pemecahan masalah dpt dibuat dng cara memecahkan problem statement jadi bagian2 tertentu untuk memudahkan pencarian topik yg diinginkan.
Dari hasil literatur review didapatkan suatu kerangka (framework) yg dibentuk dari berbagai macam artikel. Semua peaces of puzzle memperkuat problem yang diangkat, agar saat menulis karya ilmiah atau menulis proposal proyek, hasilnya signifikan karena berasal dari project atau riset yg sebelumnya.
Hipotesis Penelitian

Untuk memulai penelitian dimulai dng menetapkan permasalahan. Perumusan masalah dapat dilakukan dng pembuatan model Hipotesis.
Hipotesis merupakan salah satu bentuk konkrit dari perumusan masalah, krn ujung setiap permasalahan adalah ada Hipotesis yg akan dibuktikan,membenarkan atau menolak Hipotesis. Hipotesis dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang menguraikan hubungan sebab-akibat antara variabel bebas yg diteliti.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yg sedang diteliti dimana kebenarannya harus diuji secara empiris.
Sifat Hipotesis sementara karena jawaban yg diberikan baru didasarkan pd teori yg relevan & belum didasarkan fakta2 empiris yg diperoleh melalui pengumpulan data.
Merumuskan Hipotesis harus kuat dasarnya, spt: riset problem, scope of the riset, dan tujuannya.
Hipotesis memiliki peranan memberikan arah dan tujuan pelaksanaan penelitian, dan memandu ke arah penyelesaiannya secara lebih efisien.
Hipotesis yg baik akan menghindarkan penelitian tanpa tujuan dan pengumpulan data yg tidak relevan.
Perlu diingat, tidak semua penelitian memerlukan Hipotesa. Spt penelitian bersifat deskriptif, penelitian eksploratif & penelitian bersifat kualitatif.
Manfaat Hipotesis

Untuk mejelaskan permasalahan yg diangkat dalam penelitian.
Untuk mejelaskan variabel-variabel yg akan diuji kebenarannya.
Untuk membantu dlm memilih metode analisa data.
Sebagai pedoman dlm menarik sebuah kesimpulan.
3 Macam Hipotesis

Hipotesa Penelitian, merupakan hipotesa yang dinyatakan dalam bentuk kalimat.
Hipotesa Operasional, merupakan hipotesa yang dinyatakan dalam bentuk Hipotesa Nol (H0) dan Hipotesa 1 (H1).
Hipotesa Statistik, merupakan hipotesa yg berupa angka2 statistik yg sesuai dng metode & alat ukur yang dipilih oleh peneliti.

Kesalah dalam Pembuatan Hipotesis

Kesalahan Pertama adalah kesalahan yg dilakukan karena menolak Hipotesis (H0), padahal sebenarnya H0 benar atau harus diterima. Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan alpha (α) atau biasa disebut dengan taraf nyata.

Kesalahan Kedua adalah kesalahan yg dilakukan karena menerima hipotesis (Ho) padahal sebenarnya Ho salah atau harus ditolak. Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan Beta (β).
Jika keputusan yang diambil dalam Hipotesis benar, maka akan tampak kekuatannya seperti pada gambar dibawah ini.

Nilai alpha (α) yang digunakan sangat tergantung dari jenis penelitian yang akan dilakukan.
Jika penelitian yang dilakukan berhubungan dengan keselamatan maka alpha yang digunakan sebesar 0.01 (1%).
Sedangkan penelitian terkait dengan ilmu2 sosial pada umumnya digunakan alpha 0.05 (5%).
Apabila nilai alpha hitung (output) lebih besar atau sama dengan alpha (5 % atau 1%) maka keputusan yang diambil adalah menerima H0.
Namun apabila nilai alpha hitungnya lebih kecil dari nilai alpha (5% atau 1%) maka keputusan yang diambil adalah menolak H0.

SHARE :
 
Copyright © 2014 Share Top Information
Selalu Ada Harapan